<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sosok Hidup</title>
	<atom:link href="http://soedraz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soedraz.wordpress.com</link>
	<description>Sesuatu Makna Dalam Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jun 2011 21:20:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='soedraz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sosok Hidup</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://soedraz.wordpress.com/osd.xml" title="Sosok Hidup" />
	<atom:link rel='hub' href='http://soedraz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ode untuk siapa?</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2011/06/09/ode-untuk-siapa/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2011/06/09/ode-untuk-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 20:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[ode]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[tahmid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Begini, selalu ada cerita pada akhir. Tentang hal yang berbait-bait, tentang rindu yang berlarat-larat. Kemana kita akan melempar senyum jika tak kepada siapa kita meminta ranum. Secermin kita menatap diri tentang raga yang tiada. Begini, jauh kita meminta tulus. Untuk suatu hilaf yang terucap, untuk setiap marah yang kalap. Kemana kita akan berujar bila tak <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=336&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/06/ode.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/06/ode.jpg?w=510" alt="" title="ode"   class="alignnone size-full wp-image-339" /></a></p>
<p align="justify"><em>Begini, selalu ada cerita pada akhir. Tentang hal yang berbait-bait, tentang rindu yang berlarat-larat. Kemana kita akan melempar senyum jika tak kepada siapa kita meminta ranum. Secermin kita menatap diri tentang raga yang tiada.</em></p>
<p align="justify"><em>Begini, jauh kita meminta tulus. Untuk suatu hilaf yang terucap, untuk setiap marah yang kalap. Kemana kita akan berujar bila tak kepada siapa kita bertatap. Tepat dititik mula kita berkata tentang makna yang tiada.</em></p>
<p align="justify"><em>Begini, darimana berharap puji. Dari setiap cara kita berkelakar, dari serapal kita menatap langit. Kemana kita akan bertahmid kalau tak kepada siapa kita bertasbih. Semisal budak kepada tuannya, tentang bakti yang tiada.</em></p>
<p align="justify"><em>Kami ini tak semampu untuk bertahta dari setiap nikmat yang dipunya. Tentang tawa,suka, rasa, masa dan asa. Semuanya kita yang pinta, lalu punah semata-mata, lainnya tiba tiada dikira. kepada siapa kita kan bertanya? Ode untuk siapa?</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=336&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2011/06/09/ode-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/06/ode.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ode</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melihat Bagaimana Cara Tuhan Menilai</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2011/06/01/melihat-bagaimana-cara-tuhan-menilai/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2011/06/01/melihat-bagaimana-cara-tuhan-menilai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 16:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[garis]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khotib]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[salat]]></category>
		<category><![CDATA[titik]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu jum’at, awal bulan Mei. Pastilah waktu siang terik aku tergopoh-gopoh untuk pergi, barang sesaat untuk salat jumat saat itu. Cuacanya memang sangat akrab dengan matahari, debu dan angin. Logis memang dengan banyaknya pabrik-pabrik. Aku berada pada shaf agak belakang, sebatas paling depan dari batas suci untuk sandal di mesjid itu. Aku duduk, dan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=323&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/06/simpang.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/06/simpang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="simpang" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-325" /></a></p>
<p align="justify">Hari itu jum’at, awal bulan Mei. Pastilah waktu siang terik aku tergopoh-gopoh untuk pergi, barang sesaat untuk salat jumat saat itu. Cuacanya memang sangat akrab dengan matahari, debu dan angin. Logis memang dengan banyaknya pabrik-pabrik. Aku berada pada shaf agak belakang, sebatas paling depan dari batas suci untuk sandal di mesjid itu. </p>
<p align="justify">Aku duduk, dan khutbah dimulai. Khotibnya masih muda dengan peci hitam dan sorban putih dilingkar lehernya. Dengan suara yang lantang dan berapi-api dengan bijak berwashiyat untuk ketakwaan, itu rukun memang. Tema dimulai dengan sedikit menceritakan tentang problema masyarakat dan manusia pada umumnya. </p>
<p align="justify">Lalu dari setiap perbuatan manusia beliau analogikan dengan sebuah titik. Dari sebuah titik itu, mulai membuat garis lurus. Lalu ditengah-tengah garis lurus mau tak mau harus membuat simpangan, simpangan dua buah garis yang bertolak belakang, satu menuju kesisi sebelah satu lagi ke sisi sebelah yang lain. Ujung sisi itu lalu kembali bertemu pada suatu titik dan meneruskan membuat garis lurus hingga sampai pada suatu titik yang memberhentikannya. </p>
<p><span id="more-323"></span></p>
<p align="justify">“Sahabat sekalian tahu maksudnya?” Tanya sang khatib muda itu. Dengan sederhana beliau menjelaskan, ”Setiap kita berbuat sesuatu niscaya ada niat dan tujuan. Titik itu adalah awal, niat manusia, proposal permohonan kepada Tuhannya. Dari sebuah titik tersebut dibuat garis, itu adalah sebuah usaha awal, modal dalam melakukan tindakan. Sementara simpangan yang terbagi dua adalah sebuah proses panjang dalam pemikiran untuk memilih ketika problema mulai muncul. Satu garis menuju sisi sebelah dan satu garis lagi menuju sisi yang lain.” Beliau berhenti sejenak. “Sahabat tahu satu sisi ini kemana? dan sisi yang lain ini kemana?” Tanya beliau lagi. </p>
<p align="justify">“Kita bisa bagi kedua sisi ini menjadi pilihan kita menghadapi problema, satu sisi sebelah kita memilih menyelesaikan problema dengan jujur, bijak, faktual, dan tawakal . Sementara sisi yang lain kita memilih menyelesaikannya dengan kebohongan, licik, jahil, dan egois”. Tuturnya. “Dari kedua sisi ini niscaya bertemu pada suatu titik, dimana titik itu berlanjut membuat garis hingga berhenti. Hal satu ini bisa dijelaskan dengan mudah. Dari jalan yang kita pilih untuk menyelesaikan problema pada akhirnya menemui satu tujuan dan hasil.” Lanjutnya.</p>
<p align="justify">“Sahabat sekalian tahu tujuan dan hasil itu?” Tanya beliau lagi. “Semata-mata tujuan dan hasil itu beda. Kenapa? Karena hasil belum tentu sesuai dengan tujuan. Kadang kala tujuan yang hendak kita capai tidak sesuai dengan hasil yang diraih.”
</p>
<p align="justify">“Lalu apakah Allah menilai sesuatu dari hasil? Semata-mata Tidak!! Allah maha melihat dari kita memulai titik, membuat garis, menentukan simpangan dan membuat titik akhir garis.” Tutur beliau. “Lalu bagaimana manusia melihat? Mereka melihat sebatas Titik!! Titik mula dan Titik akhir!!. </p>
<p align="justify">“Dari situ maka setiap manusia kadang kurang mengapresiasi setiap perbuatan sesamanya, mereka hanya menilai sesuatu dari niat dan hasil, selebihnya adalah prasangka-prasangka. Karena mereka Tidak melihat pembuatan garis dan simpangan itu. Sebaliknya Allah akan menilai setiap proses kita. Dari mulai niat, usaha, dan hasil. Sekecil-kecilpun tak pernah luput. Dari kita membuat titik, garis, simpangan dan titik lagi.” </p>
<p align="justify">“Maka akan lebih bijak dan cerdas kita sebagai sesama lebih peka dan apresiatif terhadap hasil karya perbuatan sesama. Dan kita jangan pernah putus asa dari sesuatu hasil yang tak setujuan. Karena kita harus melihat bagaimana cara Allah menilai, bukan bagaimana cara manusia menilai.” Tutup beliau.</p>
<p align="justify">Maka dari situ aku duduk sejenak dipelataran mesjid. Di terik dan debunya matahari, ditengah-tengah hiruk pikuk pegawai-pegawai pabrik. Bahwa mulai hari ini kita harus melihat bagaimana cara Tuhan menilai.</p>
<p>Bekasi, Mei 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=323&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2011/06/01/melihat-bagaimana-cara-tuhan-menilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/06/simpang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">simpang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kami punya ilmu tak senirwana</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2011/02/28/kami-punya-ilmu-tak-senirwana/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2011/02/28/kami-punya-ilmu-tak-senirwana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 16:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[derma]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[nirwana]]></category>
		<category><![CDATA[takzim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Dimana kita akan menyapa langit?? Lantas arah tak kunjung kita temukan&#8230;.. Seketika itu juga ciut nyali tak lantas jumawa&#8230;.. Kemana kita akan menderma ilmu?? Lantas bekal tak guna kita dapatkan&#8230;.. Terapung sejadi-jadi&#8230;. berlari sejadi-jadi&#8230;. mendaki sejadi-jadi….. Dari seberapa ilmu&#8230;&#8230; Dari tiap langkah yang kita rapal&#8230;.. Sejatinya dari tiap orang kita pungut ilmu-ilmu sejuta hasta, nyatanya <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=308&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/02/buku.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/02/buku.jpg?w=300&#038;h=223" alt="" title="buku" width="300" height="223" class="alignnone size-medium wp-image-312" /></a></p>
<p><em>Dimana kita akan menyapa langit?? Lantas arah tak kunjung kita temukan&#8230;..<br />
Seketika itu juga ciut nyali tak lantas jumawa&#8230;..<br />
Kemana kita akan menderma ilmu?? Lantas bekal tak guna kita dapatkan&#8230;..<br />
Terapung sejadi-jadi&#8230;. berlari sejadi-jadi&#8230;.  mendaki sejadi-jadi…..<br />
Dari seberapa ilmu&#8230;&#8230;<br />
Dari tiap langkah yang kita rapal&#8230;..<br />
Sejatinya dari tiap orang kita pungut ilmu-ilmu sejuta hasta, nyatanya kita benar tak banyak tahu apa-apa, agar selalu belajar apa-apa&#8230;<br />
Lantas apa yang kita derma??<br />
Ah&#8230; hidup ini memang luar biasa&#8230;.<br />
Ah&#8230; kami punya ilmu tak senirwana&#8230;. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=308&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2011/02/28/kami-punya-ilmu-tak-senirwana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/02/buku.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serenade Jalanan</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2011/01/30/serenade-jalanan/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2011/01/30/serenade-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 16:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[ketenangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengamen]]></category>
		<category><![CDATA[serenade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar lima atau enam tahun yang lalu aku ingat, di sebuah bus jurusan Bandung-Cirebon. Tipikal bus-bus berkelas ekonomi, tak henti-hentinya orang-orang berlalu lalang, hilir mudik, naik-turun. Ini adalah opera kehidupan dalam sebuah panggung yang berjalan. Lakonnya adalah pedagang asongan, pengamen, aku dan penumpang-penumpang yang lain. Suasana sedang diambang batas terik. Celoteh-celoteh jajakan dagangan sudah tak <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=301&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/01/imagesp.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/01/imagesp.jpg?w=510" alt="" title="imagesp"   class="alignnone size-full wp-image-302" /></a></p>
<p align="justify">Sekitar lima atau enam tahun yang lalu aku ingat, di sebuah bus jurusan Bandung-Cirebon. Tipikal bus-bus berkelas ekonomi, tak henti-hentinya orang-orang berlalu lalang, hilir mudik, naik-turun. Ini adalah opera kehidupan dalam sebuah panggung yang berjalan. Lakonnya adalah pedagang asongan,  pengamen, aku dan penumpang-penumpang yang lain. Suasana sedang diambang batas terik. Celoteh-celoteh jajakan dagangan sudah tak beraturan, diluar skenario. Bila ada yang memberi ketenangan itu saat ini maka akan ku lakukan apapun untuknya.</p>
<p><span id="more-301"></span></p>
<p align="justify">Lalu babak berganti datang saat seorang pria tambun masuk dan berdiri di tengah-tengah kerumunan penumpang. Kepalanya tertutupi sebuah fedora kusut dengan beberapa ornamen sobekan tepat disebelah kanan atas telinganya. Bajunya berkainkan belacu dengan sedikit hiasan compang-camping. Wajahnya berkumis agak lebat hampir orang menerka dia ini <em>freeman </em>atau orang lebih akrab mengenalnya preman. Tapi terkaan itu sirna tatkala alat musik yang dipegangnya mulai membunyikan resonansi yang merdu. Ditambah lagi dengan ritme vocal yang senada dengan ayunan senar kromatiknya. Ah, ini yang aku tunggu dari tadi, perpaduan seni yang anggun. <em>Timbre </em>vocalnya mengalahkan kepenatan yang sedari tadi tak tertahankan. Hampir tak kudengar lagi orasi-orasi pedagang asongan itu, fokusku kupertahankan untuk mendengar alunan nada dari sebuah lagu lama ini. </p>
<p align="justify">Aku tak pandai menilai orang sebenarnya, tapi untuk kali ini kuberikan tiket emas bila ini memang sebuah kompetisi <em>American Idol</em> itu. Dan kuangkatkan gemuruh tepuk tangan yang sekencang-kencangnya dari lubuk hati yang terdalam. Mungkin begini bila sesuatu dilakukan apa-apa dari hati. Pekerjaan apapun menjadi berbekas bagi siapa sahaja yang ada-ada disekitarnya walau setidaknya untuk diri sendiri.</p>
<p align="justify">Adalah irama  serenade dari sebuah gitar memayukan lelahan kelopak ini sedari tadi. Menyandar duduk di sebuah Bus di persimpangan kota. Begini rupanya menikmati alunan nada dari hati. Waktu dimana ketenangan itu rasanya kok jadi gampang sekali terjadi.</p>
<p align="justify">Ah, sekali lagi ingin sekali ku mendengarkan satu lagu petikan gitar itu lagi..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=301&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2011/01/30/serenade-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2011/01/imagesp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imagesp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>a moment to remember</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2010/12/30/a-moment-to-remember/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2010/12/30/a-moment-to-remember/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 19:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[kebun]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[rottweiller]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tebu]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Ini bulan desember, bulan terakhir di tahun ke seperlima dari umurku dikota ini. Menghabiskan setiap aktivitas sampai malam hari adalah rutinitas. Melelahkan mata adalah rutinitas. Menjemukan pikiran adalah rutinitas. Duduk hingga berjam-jam adalah rutinitas. Ini adalah euphoria pengenangan. Bagaimana waktu begitu cepat terlalui. Sebentar yang lalu kita baru mendengar cerita-cerita dari tiap tetua kita. Bagaimana <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=252&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/12/friendship-grey-children-image-31000.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/12/friendship-grey-children-image-31000.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="friendship-grey-children-image-31000" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-259" /></a></p>
<p align="justify">Ini bulan desember, bulan terakhir di tahun ke seperlima dari umurku dikota ini.  Menghabiskan setiap aktivitas sampai malam hari adalah rutinitas. Melelahkan mata adalah rutinitas. Menjemukan pikiran adalah rutinitas. Duduk hingga berjam-jam adalah rutinitas. </p>
<p align="justify">Ini adalah euphoria pengenangan. Bagaimana waktu begitu cepat terlalui. Sebentar yang lalu kita baru mendengar cerita-cerita dari tiap tetua kita. Bagaimana mereka melalui tiap waktu-waktu dulu berusaha, meluruskan punggung untuk tetap bisa tengadah, menguatkan kaki untuk tetap bisa berdiri, meleluasakan pikiran untuk tetap bisa tersenyum. Kini sadar atau tanpa sadar, kita hendak dan sedang melaluinya. </p>
<p><span id="more-252"></span></p>
<p align="justify">Kau tahu kawan, Banyak sekali aku berbicara tentang waktu. Karena bagiku waktu adalah ingatan. Sesuatu yang patut kita rekam didalam benang-benang neuron ini. Sesuatu yang Kenapa orang tua kita senang sekali menceritakan kisah-kisah masa lalunya, sesuatu yang menjadi bahan bincang kita nanti, sesuatu yang membuat kita tersenyum, sesuatu yang membuat kita menghela nafas, sesuatu yang menjadi lanskap masa lampau dalam pita rekaman usang. </p>
<p align="justify">Dulu kami ini berenam, menjelajahi tiap susur jalan setapak, menjejali tiap cipratan-cipratan lumpur, mencecari tiap selasar hutan. Menjelajah adalah rencana kami, Mencoba hal-hal baru adalah keinginan kami. Segala keingintahuan yang memuncak menjadi-jadi. Sebuah adaptasi pencitraan diri aku sebut. </p>
<p align="justify">Tiap waktu dulu sesampai bel besi keras berbunyi bertalu-talu, Sekolah Dasar waktu itu. Kami ini seperti segerombolan anak  pencari sensasi. Yak, terlalu berlebihan memang.. Tapi tak apalah biar cerita ini lebih dramatisir. Namun bila tak runut tak apa kan kawan, mengingat-ingat kembali kisah dulu-dulu itu sedikit butuh energy berlebih.</p>
<p align="justify">Dari kelima temanku ini aku lah yang bisa dikatakan agak normal, pikiranku sedikit <em>lempeng </em>dari mereka. Mereka ini perencana yang luar biasa, akal menjejali nya dengan hal-hal yang diluar nalar, tapi aku bilang mereka Peng-ide jenius. Setiap bermain sehari-hari tidak ada permainan satupun yang sama kecuali satu, sepak bola. Mereka pula yang menamai tiap nama panggilan kami ini masing-masing. </p>
<p align="justify">Aku ingat dulu ide gila mereka, ‘memanen’ tebu milik juragan Dogong, begitu judulnya. Awalnya tak hendak kami ke kebun tebu itu, namun hasrat peng-hausan, cuaca terik, badan keringatan, menjadi katalis yang menekad bulatkan rencana kami yang sepatutnya memang tak boleh di tiru.</p>
<p align="justify">Kami ini terbagi menjadi tiga kelompok, satu orang sembunyi di sebuah <em>saung</em>, dialah otak yang menjadi pengatur serangan, pemberi aba-aba, sekaligus navigator dan sirine tanda bahaya, jikalau-kalau penjaga kebun tebu itu menangkap basah kami. Tiga orang berada di area sebelah ujung selatan, mereka menjadi umpan, pembuat onar, pengalih perhatian para penjaga kebun tebu itu.  Dua orang lagi berada di area utara, menjadi pengeksekusi, ‘pemanen’ tebu, sumber penghasilan penghilang dahaga. Diantara dua orang pengeksekusi itu adalah aku sendiri.</p>
<p align="justify"> Tiga orang disebelah selatan mulai beraksi, mengendap-endap, menghampiri tebu-tebu dengan sedikit membuat suara-suara gaduh, tujuannya jelas memancing para penjaga untuk mengejarnya. Rencana pertama berhasil, para penjaga kebun tebu itu mulai tertarik pancingan tiga teman kami itu untuk mengejarnya. Maka selanjutnya adalah rencana kedua, aku dan satu orang temanku mulai bertindak reaksi, cepat-cepat memotong-motong tebu dengan golok yang aku ambil di sebuah <em>saung </em>penjaga. Rencana kedua berhasil, tebu sudah didapat dua ikat, dimana satu ikatnya sekitar sepuluh batang tebu. Aku kembali ke saung penjaga itu, mengembalikan golok yang ku pinjam. Namun alangkah terkejutnya kami, Masya Allah.. disana aku melihat ada dua penjaga sedang duduk dengan kepala menengadah. Kami lantas tidak percaya itu, karena sebelumnya tak ada seorang pun di saung penjaga tersebut. Lalu tiba-tiba dua penjaga itu menoleh dan melihat kami secara berhadap-hadapan. Tak banyak kata, kami berdua langsung mengambil langkah seribu, lari terbirit-birit. </p>
<p align="justify">Aku dan satu orang temanku ini lari kearah saung tempat satu orang temanku lagi yang sedang menunggu disana. Sadar bahwa kami sedang dikejar maka ku lemparkan tebu-tebu yang kami bawa kearah dua penjaga itu. Selain untuk menghambat lari penjaga-penjaga itu, sebenarnya juga untuk mengurangi beban yang kami bawa. Satu-satu tebu-tebu itu kami lempar sekena-kenanya saja ke arah mereka. Bayangkan saja wajah kami yang beringsut keringat, bercucuran ketakutan, dan kami tunggang langgang karenannya. Bisa dibayangkan juga raut muka dua penjaga itu, aku sebenarnya tak ingin melihatnya, tak ingin pula menoleh kebelakang, ingin ku lari sekencang-kencangnya walau tekstur tanah dikebun itu tak rata sama sekali. </p>
<p align="justify">Kami ini baru menginjak sepuluh tahunan, dua penjaga itu Rottweiller, yak.. Rottweiller. Bisa dilihat lidahnya yang menjulur setengah bak kelaparan. Kami setidak nya haruslah keluar dari wilayah kebun tebu ini. Ini area penguasaan mereka, pikirku. Namun apa daya, kami ini masih terus dikejar walau diluar area. Nafas kami sudah tak bersisa, payah kami untuk mencari pohon-pohon tinggi untuk dipanjat, nyatanya hanya hamparan tanah tak rata. Ini sudah diujung tanduk dan kami harus menyerah sekena-kenanya saja. Lalu satu temanku ini, otak yang menjadi pengatur strategi secara tiba-tiba memutar haluan pelarian, ku ikuti saja arusnya karena disaat-saat seperti ini tak baik sendiri-sendiri. Terlihat memang didepan ada sebuah semak-semak belukar maka ku terjang saja sekuat-kuatnya, melompat bak seperti kijang. Blurrr… </p>
<p align="justify">Itu adalah sebuah sungai.. yak sebuah sungai, satu orang temanku ini tak bisa tertebak jalan pikirannya. Aku dibawa kepada misi yang musykil, berlari dikejar rottweiller, dan sekarang basah kuyup tercebur sungai.</p>
<p align="justify">Kemudian kami menghampiri sebuah jebor (dengan lafal e pada kata elang) sebutan untuk sebuah pabrik genteng didaerah kami. Disana tiga orang temanku sedang menunggu, menunggu untuk menghabiskan bersama-sama tebu-tebu penghilang dahaga. Tapi apa daya, tebu-tebu itu aku buang satu persatu hanya untuk menyelamatkan diri. Maka kami disana hanya berkumpul kehausan, keringat yang bercucuran, badan legam kepanasan. Lengkaplah suasana kesengsaraan pada episode misi musykil ‘panen tebu’ ini. Epilognya tak menghasilkan apa-apa..</p>
<p align="justify">Tapi ini adalah benar-benar pengalaman kecilku yang tak terlupakan. Memang sedikit menghela nafas aku mengingat-ingatnya, menyunggingkan senyum kecil aku menceriterakannya. Mereka adalah sahabat terbaik sepanjang masa, tak tergantikan sampai sekarang. Kau tahu kawan, hanya bersama mereka aku merasa benar-benar seperti keluarga. Kami mengenal satu sama lain semenjak kecil hingga sampai sekarang, tak ada cela mencela, yang ada hanya gurauan kecil. Hal wajar untuk seorang anak kecil. Berbagi setiap kesusahan, bahagia, terutama kesenangan bersepakbola menjadi hal yang mengakrabkan kami.</p>
<p align="justify">Sekarang-sekarang ini kami sering bertemu dan menceritakan setiap pengalaman-pengalaman selama ini. Entah sebuah pekerjaan, asmara, hingga gurauan-gurauan kecil khas kami. Mengingat-ingat masa-masa lalu dan menertawakan sendiri pengalaman-pengalaman dulu menjadi bahan bincang kami.</p>
<p align="justify">Seburuknya kita, sebaiknya kita, senakalnya kita, sesengsaranya kita, sesenangnya kita, sesedihnya kita, sepengalamannya kita, ada sesuatu yang harus kita ingat. Karena tiap waktu adalah ingatan. A moment to remember.</p>
<p>*saung = tempat berteduh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=252&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2010/12/30/a-moment-to-remember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/12/friendship-grey-children-image-31000.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">friendship-grey-children-image-31000</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dulu memang bukan sekarang&#8230;</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2010/11/30/dulu-memang-bukan-sekarang/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2010/11/30/dulu-memang-bukan-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 16:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[dulu]]></category>
		<category><![CDATA[pagi malam]]></category>
		<category><![CDATA[sekarang]]></category>
		<category><![CDATA[siang]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Pagi yang sejuknya selalu menentramkan tiap tarikan nafas, membangkitkan lembar-lembaran semangat , melapangkan setiap harapan. Adalah Siang yang teriknya selalu mengeringatkan peluh, mengeriputkan punuk-punuk asa, merontokkan sendi-sendi jiwa yang kokoh menopang. Adalah Malam yang dinginnya selalu memberikan pengilhaman membatin dalam hening, meleluasakan perenungan yang mendalam, merentakan penat yang teramat sangat, menundukan lelah yang payah. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=237&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/11/horizon.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/11/horizon.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" title="horizon" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-238" /></a><br />
<em></p>
<p align="justify">Adalah Pagi yang sejuknya selalu menentramkan tiap tarikan nafas,  membangkitkan lembar-lembaran semangat , melapangkan setiap harapan.</p>
<p align="justify">Adalah Siang yang teriknya selalu mengeringatkan peluh, mengeriputkan punuk-punuk asa, merontokkan sendi-sendi jiwa yang kokoh menopang.</p>
<p align="justify">Adalah Malam yang dinginnya selalu memberikan pengilhaman membatin dalam hening, meleluasakan perenungan yang mendalam, merentakan penat yang teramat sangat, menundukan lelah yang payah.</p>
<p></em><br />
<span id="more-237"></span></p>
<p align="justify">Waktu bagi seorang programmer tak lebih dari sekedar Pagi, Siang, Malam. Kadang kita tak mengenal detik jam, tidur dikala siang dan melek disaat malam. Memahami tiap detil sintak-sintak pemrograman yang hampir membuat pikiran menjadi bebal. Mengejar-ngejar tiap deadline yang selalu menguras tiap semangat-semangat.</p>
<p align="justify">Untuk kesekian kalinya aku tidur larut, menemani tiap lentikan jemari yang terus bergerak diatas <em>tuts</em> keyboard. Menjadi seorang pencari ilmu yang berkutat dengan layar monitor adalah bukan karena kebetulan. Aku sendiri dulu mengidamkan sekali berjas putih, menenteng stetoskop dari ruang ke ruang. Menggeluti organ-organ manusia, mengakrabi tingkah polah watak manusia, memahami keluhan-keluhan anti sosial. Lalu,  Sekonyong-konyong aku asik memainkan perangkat itu awal-awal SMA, yang memutarkan haluan perencanaanku sejak dulu.</p>
<p align="justify">Bila aku ceritakan awal dulu aku ke kota ini, kota yang tak pernah mati mendinginkan tiap detil tubuh yang terbujur kaku, adalah tak lebih dari sekedar musafir fakir. Aku lebih hafal mengenai apa itu diagnosa, apa itu <em>pulmonary edema</em>, apa itu <em>avitamin</em>, apa itu <em>chlorampenicol</em>, apa itu <em>sistolik </em>dan <em>diastolik</em>. Lalu disini, tiba-tiba aku dihadapkan pada  yang namanya <em>polymorphism</em>, yang namanya <em>encapsulation</em>, yang namanya <em>Database System</em>, yang namanya <em>algoritma</em> dan <em>pemrograman</em>. Semua istilah asing yang tak ku akrabi sejak-sejak dulu. Semua itu membuat ku ciut, inginku putar kembali kemudi.</p>
<p align="justify">Tapi kurasa waktu pula yang mengakrabiku dengan hal satu ini. Ternyata aku menikmatinya. Awalnya susah untuk memahami tiap kode-kode logika pemrograman. Banyak aturan yang tak bisa kita pahami makna nya, karena memang bukan sekadar bahasa kemanusiaan, mesin yang aku ajak bicara.</p>
<p>Kau tahu kawan, orang lain mengambil setiap ilmu hanya dengan sedetik waktu, berukuran jam atau menit sahaja. Sementara aku butuh berlama-lama untuk  tiap ilmu yang diambil, mengulang-ngulang dari buku-buku, bertanya-tanya ke orang-orang.</p>
<p align="justify">Tapi ini adalah sekarang, bukan dulu atau nanti.  Melanjutkan apa yang telah dimulai mungkin adalah pilihan bijak, tak harus ku balik haluan, atau kusimpangkan buritan. Lebih aku kembangkan layar untuk mulai meladeni angin yang seakan keras menerpa.</p>
<p align="justify">Kadang kita memahami sesuatu berubah pada akhirnya, tapi memang tak senantiasa menjadi halangan, tak mesti pula untuk berbalik arah. Aku lebih sering memercayai tiap kejadian adalah runutan garis yang sudah ditetapkan dan selalu ada penjelasan sebab musababnya. Karena dulu memang bukan sekarang…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=237&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2010/11/30/dulu-memang-bukan-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/11/horizon.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">horizon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialektika</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2010/10/23/dialektika/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2010/10/23/dialektika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 17:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[adik]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[kakak]]></category>
		<category><![CDATA[kedua]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Bergelar sulung bukan keinginanku de.. Belajar otodidak untuk sesuatu hal yang tak pernah diketahui. Semua hal-hal pertama yang perlu banyak penjelasan. Definisi-definisi perikehidupan yang rumit dan membosankan. Seperti halnya tentang bagaimana cara merangkak, berdiri, berjalan dan berlari. Atau hal mengenai tindak tanduk kita tentang persoalan. Kau tahu de.. aku tak pernah meminta-minta pada Tuhan hal-ihwal <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=229&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/10/bro.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-232" title="bro" src="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/10/bro.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p align="justify">Bergelar sulung bukan keinginanku de.. Belajar otodidak untuk sesuatu hal yang tak pernah diketahui. Semua hal-hal pertama yang perlu banyak penjelasan. Definisi-definisi perikehidupan yang rumit dan membosankan. Seperti halnya tentang bagaimana cara merangkak, berdiri, berjalan dan berlari. Atau hal mengenai tindak tanduk kita tentang persoalan. </p>
<p align="justify">Kau tahu de.. aku tak pernah meminta-minta pada Tuhan hal-ihwal bahwasanya dirahim sana biarlah kau duluan de.. aku yang kedua saja atau biarlah Tuhan melahirkan kita kembar saja. Nyatanya memang tidak seperti itu de, aku pertama kau yang kedua.</p>
<p><span id="more-229"></span></p>
<p align="justify">Kau tahu de.. waktu kau terlahir, riang benar aku mendengarnya. Kusempatkan untuk  izin dari sekolah, hanya untuk sesegera jumpa denganmu. Pertama bertemu denganmu de.. kau sedang di azan kan oleh ayah, berbalut kain samping yang coraknya aku tahu benar. Pipimu yang kupegang pertama kali de.. lalu kening kepala hingga sampai belakang ubun-ubun.
</p>
<p align="justify">Kau tahu de.. tiap pulang sekolah SD dulu aku akan buru-buru pulang hanya untuk bisa menggendongmu. Bermain bersama, menjelek-jelekkan mimik muka hanya untuk membuatmu tertawa. Menutup-nutupi wajah dengan telapak tangan lalu menggumamkan <em>‘cilukba’</em> tiap suatu saat kau menangis.</p>
<p align="justify">Lalu saat kau mulai bisa merangkak, kadang aku ini seperti orang bodoh. Menanduk-nanduk dengan kepala dibawah kedepan perutmu, lalu kau tertawa de..  adalah momen yang paling aku sukai. satu lagi de.. aku paling suka memegang tanganmu yang kecil. Itu saja..</p>
<p align="justify">Seharian tak pernah aku main dengan teman sepermainanku de.. lebih kuhabiskan waktu main denganmu. Sedikitnya main keluar itupun ketika kau sedang tertidur lelap.</p>
<p align="justify">oo.. iya de.. mungkin baru kali ini aku menyempatkan meminta maaf, &#8211; kesalahan yang cukup besar memang.. hampir tujuhbelas tahun &#8211; ,  atas perbuatanku dulu de.. kau sempat terjatuh saat tak sengaja tumitku menyenggol kaki-kaki kursi. Lalu saat es krim yang kau makan tinggal setengah karena kutiba-tiba mencomotnya. Atau saat berebutan remote televisi saat-saat libur sekolah itu, maklumkan de yak..</p>
<p align="justify">Kau tahu de.. entah mulai kapan aku lebih sering mendengar orang-orang berbicara tentang kisah hidupnya, tentang kisah pengalamannya, tentang jalan pikirannya. Mungkin ini bawaan anak sulung de.. Mencari sana-sini, bertanya sana-sini, mencoba sana-sini. Memulung setiap ilmu-ilmu kebaikan dari siapapun.</p>
<p align="justify">Kata orang pengalaman itu guru yang paling baik. Tak ku tolak pernyataan itu de.., sebanyaknya betul memang. Setiap aku mendengar cerita-cerita orang, enak aku mendengarnya. Semisal tentang kisah ayah ibu.. de.., kisah nenek, kisah perantauan seorang tua atau semacamnya.</p>
<p align="justify">Maka kau tahu de.. lebihlah banyak mendengar daripada berbicara de.. lebihlah banyak berbuat daripada mengomel de.. Bila mungkin punya lebih lagi maka berbagilah de..</p>
<p align="justify">Maka kau tahu de.., bila hendak aku dipanggil ‘kakak’ tak apalah. Walau masih tak banyak aku bagi pengalaman-pengalamanku de..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=229&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2010/10/23/dialektika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/10/bro.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak semestinya tak apa..</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2010/09/28/tak-semestinya-tak-apa/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2010/09/28/tak-semestinya-tak-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 17:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[destiny]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[keadaan]]></category>
		<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[semestinya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[When a moment comes along with your destiny, what would you do? Aku seperti sering merenungi semisal-misal tindak-tanduk kita atas sesuatu tak semestinya. Lalu bertahap-tahap muncul sesal-sesal yang tak seperti biasanya . Untuk rencana yang tak semestinya, misalnya. Untuk keping logam yang tak semestinya, misalnya. Untuk nilai ujian yang tak semestinya, misalnya. Untuk keadaan yang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=221&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/09/dsc_0724alone.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-223" title="Alone" src="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/09/dsc_0724alone.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p><em>When a moment comes along with your destiny, what would you do?</em></p>
<p align="justify">Aku seperti sering merenungi semisal-misal tindak-tanduk kita atas sesuatu tak semestinya. Lalu bertahap-tahap muncul sesal-sesal yang tak seperti biasanya .</p>
<p>Untuk rencana yang tak semestinya, misalnya.<br />
Untuk keping logam yang tak semestinya, misalnya.<br />
Untuk nilai ujian yang tak semestinya, misalnya.<br />
Untuk keadaan yang tak semestinya, misalnya.<br />
Untuk sakit yang tak semestinya, misalnya.<br />
Untuk waktu yang tak semestinya, misalnya.<br />
Atau untuk keinginan yang tak semestinya, misalnya.<br />
<span id="more-221"></span></p>
<p align="justify">kita mendaki setinggi-tinggi mimpi tak kunjung pula kita menggapainya. Kita menyelam sedalam-dalam ikhlas tak cepat pula kita menerimanya.</p>
<p align="justify">Hal-ihwal hati yang dibolak-balik sungguh kuasa sang maha diatas segala-galanya. Tapi sering kita juga mendengar kata-kata bijak yang membangkitkan semangat-semangat. lalu seketika itu pula kita lupa.. lupa tentang sesuatu yang memberdirikan kita ini.</p>
<p>Sejenak itu kita semestinya bergumam pada Tuhan tentang doa..<br />
Kemudian ditiap malam ini… pelankan rendah suara itu…</p>
<p align="justify">“Rabb.. tak semestinya tak apa… bimbing kami ini pelan-pelan, untuk tiap sesuatu yang tak semestinya.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=221&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2010/09/28/tak-semestinya-tak-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/09/dsc_0724alone.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Alone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lipur-lipur lampu yang temaram..</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2010/08/31/lipur-lipur-lampu-yang-temaram/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2010/08/31/lipur-lipur-lampu-yang-temaram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 23:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[karib]]></category>
		<category><![CDATA[lampu]]></category>
		<category><![CDATA[lipur]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[teduh]]></category>
		<category><![CDATA[temaram]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Bagiku malam layaknya sebuah tempat. Angin dinginnya lemah-lemah semilir di sela-sela rongga ruang yang bernama ‘teduh’. Bagiku malam seperti seorang teman. Sunyi senyapnya lamat-lamat bersandar ditiap pundak-pundak yang bernama ‘karib’. Aku tak hendak menyela tiap lelah mata ini untuk sejenak menyeka beban yang berpunuk-punuk siang tadi. Aku lantas tak lekas bersandar kepala agar diri ini <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=211&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/08/teplok.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/08/teplok.jpg?w=510" alt="" title="teplok"   class="alignnone size-full wp-image-212" /></a></p>
<p align="justify">Bagiku malam layaknya sebuah tempat. Angin dinginnya lemah-lemah semilir di sela-sela rongga ruang yang bernama ‘teduh’.  Bagiku malam seperti seorang teman. Sunyi senyapnya lamat-lamat bersandar ditiap pundak-pundak yang bernama ‘karib’.  Aku tak hendak menyela tiap lelah mata ini untuk sejenak menyeka beban yang berpunuk-punuk siang tadi. Aku lantas tak lekas bersandar kepala agar diri ini lebih dalam membatin dalam mimpi.</p>
<p><span id="more-211"></span></p>
<p align="justify">Dari malam-malam kemarin entah aku tak bisa menutup mata pejam-pejam. Sulit untuk lebih dikatakan ‘tidur’ walau rasa kantuk lebih sering menyapa diam-diam. Siapa yang menyangka bila ditiap sedikit waktu panjang yang teratapi ini adakalanya masa kita hendak ingin dikatakan ‘sendiri’. Menjenakan tiap langkah yang mulai lebih menampakkan getirnya. Merentakan tiap laju kebisingan yang mulai menerbitkan penatnya.</p>
<p align="justify">Adakalanya kita hendak dikatakan ‘sendiri’. Untuk lebih menapaki tiap apa-apa yang akan dan telah tersadari terjadi.</p>
<p align="justify">Adakalanya kita hendak dikatakan ‘sendiri’. Hanya untuk sedetik menjauh dari kebisingan yang memekakan degup telinga.</p>
<p align="justify">Adakalanya kita hendak dikatakan ‘sendiri’. Agar lebih dalam meresapi ketenangan yang tak terdapatkan di lain masa.</p>
<p align="justify">Atas nama malam yang dinginnya sungguh menusuk-nusuk. Di saat ini, perkenankan aku barang sesaat untuk hanya ‘sendiri’ menatap lipur-lipur lampu yang temaram di sudut ujung untuk menjeda sejenak runutan rutinitas.</p>
<p align="right">Night…. It Calm and  Quiet…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=211&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2010/08/31/lipur-lipur-lampu-yang-temaram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/08/teplok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teplok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>entalpi</title>
		<link>http://soedraz.wordpress.com/2010/07/31/entalpi/</link>
		<comments>http://soedraz.wordpress.com/2010/07/31/entalpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 16:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soedraz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[entalpi]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[mesjid]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[surau]]></category>
		<category><![CDATA[tajug]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soedraz.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat kisah masa-masa lalu memang membuat tiap-tiap diri kita sedikit autis. Kemarin-kemarin ini aku salat berjamaah di sebuah surau. Tak jauh dari tempat tinggal temanku , sebuah daerah yang hampir di setiap rumahnya tak memiliki halaman yang layak, cerminan wilayah pinggiran kota. Selesai salat seperti biasa, aku tak hendak dibilang orang yang kelakarnya seperti sebuah <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=204&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/07/anak.jpg"><img src="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/07/anak.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="anak" width="300" height="199" class="alignnone size-medium wp-image-205" /></a></p>
<p align="Justify">Mengingat kisah masa-masa lalu memang membuat tiap-tiap diri kita sedikit autis.  Kemarin-kemarin ini aku salat berjamaah di  sebuah surau. Tak jauh dari tempat tinggal temanku , sebuah daerah yang hampir di setiap rumahnya tak memiliki halaman yang layak, cerminan wilayah pinggiran kota. Selesai salat seperti biasa, aku tak hendak dibilang orang yang kelakarnya seperti sebuah guyonan pantun, “habis gelap terbitlah terang, habis salat cepat-cepat pulang”. Aku duduk bersila sebentar, lalu menelaah tiap sudut-sudut surau dari satu sisi ke sisi lain. Didepan, disebuah mihrab surau itu persis aku kenal. Arsitekturnya, desainnya, lengkung sudut-sudutnya, pola kaligrafi yang terpampang di atasnya, persis sekali. Dan tepat di sekitar shaf-shaf depan dan belakang ada banyak anak-anak bersarung kotak-kotak dan kopiah hitam. Ada pula yang hendak mengambil Al-Qur’an atau yang sudah menggenggamnya erat-erat di depan dada. Mereka sembari becanda tipikal anak-anak, berjalan ke sebuah ruangan tepat disebelah surau itu. Aku seperti berada di sebuah tempat yang kukenali sejak dulu, sebuah situasi <em>flash back</em> yang juga melibatkanku didalamnya . Ini semacam <em>déjà vu</em>, atau semacam cerita kisah Hermione yang menggunakan kalung waktunya untuk kembali ke waktu kejadian dulu di penggalan film Harry Potter yang ku tonton dari DVD sewaan. Seperti itulah..</p>
<p><span id="more-204"></span></p>
<p align="Justify">Lalu tiba-tiba aku melihat seorang anak kecil berpakaian kemeja putih kotak-kotak sepola dengan sarungnya yang agak melorot sedikit dan kopiah hitam khas, agak mengkilat, seperti baru dibelinya. Aku tersenyum-senyum, seperti melihat diriku sendiri dulu-dulu itu. Anak itu memegang Al-Qur’an erat sekali, menggenggamnya dengan kedua tangan di depan dada, seperti tak mau dilepaskannya.</p>
<p align="Justify">Aku dulu itu beranjak masuk kelas 1 SD dan seperti kebanyakan anak-anak di kampung, pagi pergi ke sekolah dan malamnya mengaji di pesantren atau didaerah ku menyebutnya <em>tajug</em>. Bila mau kita bahasa kan pemikiran orang-orang tua dulu mungkin seperti ini, ‘pendidikan hitung menghitung itu harus diimbangi dengan pendidikan budi pekerti’. Hari itu aku pergi sore-sore, berkopiah hitam mengkilat, sarung motif kotak-kotak yang disilangkan ke leher macam seperti gaya si Pitung. Sampai di tempat mengaji aku duduk diteras-teras mesjid menunggu azan maghrib tiba. Lalu setelah salat aku akan lekas-lekas mengambil Al-Qur’an karena ku tahu pastinya Al-Qur’an yang masih utuh cuma tinggal sedikit. Kebanyakan sudah tak lengkap karena tersobek dan dimakan rayap. Energi semangat ku dulu sedang memuncak-muncaknya, tak pernah terasa cape dan mengeluh, tiap hari dilalui di tempat-tempat belajar, main pun aku disana. Lalu makin kesini aku cenderung ogah-ogahan, lebih aku sering pergi satu tempat saja, sore nya aku lebih cenderung pergi ke mesjid dekat rumah saja, walau sesekali aku juga masih sempat pergi ke <em>tajug</em>, memang dulu itu hampir tahun terakhir di SMP.  Kemudian aku benar-benar tak pernah pergi ke tempat mengajiku dulu waktu kecil.  Energi ku lebih cenderung terpakai siang hari, malamnya aku hanya mengaji sendiri dan belajar dari buku-buku.</p>
<p align="Justify">
<blockquote><p>Benar kata ustadzku dulu, “semakin dewasa kamu akan semakin mengenal duniawi, dan kamu akan terlupa akan ukhrawimu, tapi ingat.. sekali-kali jangan kamu lupakan salat.” </p></blockquote>
<p align="Justify">Disurau itu masih aku tersenyum-senyum, melihat situasi disekitar yang pernah mengakrabiku dulu-dulu itu. Merasakan puncaknya entalpi energi semangat ku yang kurasakan saat masih kecil..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soedraz.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soedraz.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soedraz.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soedraz.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soedraz.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soedraz.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soedraz.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soedraz.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soedraz.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soedraz.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soedraz.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soedraz.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soedraz.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soedraz.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soedraz.wordpress.com&amp;blog=5439324&amp;post=204&amp;subd=soedraz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soedraz.wordpress.com/2010/07/31/entalpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4bc348c2e098dd0b2a7a68346ea21ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soedraz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soedraz.files.wordpress.com/2010/07/anak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
