Serenade Jalanan
Sekitar lima atau enam tahun yang lalu aku ingat, di sebuah bus jurusan Bandung-Cirebon. Tipikal bus-bus berkelas ekonomi, tak henti-hentinya orang-orang berlalu lalang, hilir mudik, naik-turun. Ini adalah opera kehidupan dalam sebuah panggung yang berjalan. Lakonnya adalah pedagang asongan, pengamen, aku dan penumpang-penumpang yang lain. Suasana sedang diambang batas terik. Celoteh-celoteh jajakan dagangan sudah tak beraturan, diluar skenario. Bila ada yang memberi ketenangan itu saat ini maka akan ku lakukan apapun untuknya.
Lalu babak berganti datang saat seorang pria tambun masuk dan berdiri di tengah-tengah kerumunan penumpang. Kepalanya tertutupi sebuah fedora kusut dengan beberapa ornamen sobekan tepat disebelah kanan atas telinganya. Bajunya berkainkan belacu dengan sedikit hiasan compang-camping. Wajahnya berkumis agak lebat hampir orang menerka dia ini freeman atau orang lebih akrab mengenalnya preman. Tapi terkaan itu sirna tatkala alat musik yang dipegangnya mulai membunyikan resonansi yang merdu. Ditambah lagi dengan ritme vocal yang senada dengan ayunan senar kromatiknya. Ah, ini yang aku tunggu dari tadi, perpaduan seni yang anggun. Timbre vocalnya mengalahkan kepenatan yang sedari tadi tak tertahankan. Hampir tak kudengar lagi orasi-orasi pedagang asongan itu, fokusku kupertahankan untuk mendengar alunan nada dari sebuah lagu lama ini.
Aku tak pandai menilai orang sebenarnya, tapi untuk kali ini kuberikan tiket emas bila ini memang sebuah kompetisi American Idol itu. Dan kuangkatkan gemuruh tepuk tangan yang sekencang-kencangnya dari lubuk hati yang terdalam. Mungkin begini bila sesuatu dilakukan apa-apa dari hati. Pekerjaan apapun menjadi berbekas bagi siapa sahaja yang ada-ada disekitarnya walau setidaknya untuk diri sendiri.
Adalah irama serenade dari sebuah gitar memayukan lelahan kelopak ini sedari tadi. Menyandar duduk di sebuah Bus di persimpangan kota. Begini rupanya menikmati alunan nada dari hati. Waktu dimana ketenangan itu rasanya kok jadi gampang sekali terjadi.
Ah, sekali lagi ingin sekali ku mendengarkan satu lagu petikan gitar itu lagi..



Belum ada trackback.